Saturday, June 5, 2010

Datanglah Kepada Bunda Segala Bangsa

...: Kesaksian Memperingati kedatangan Sang Juru Selamat Manusia :...

Di depanku saat ini ada sebuah buku kecil,
buku kecil tentang penampakan Bunda Maria di Amsterdam.
Dalam sejarah hidupku, sejak SD sampai dengan detik ini.. lekat dalam hati
kutakjub akan mukjizat yang selalu kudapat melalui Doa Rosario dan Novena 3 kali Salam Maria..
sehingga aku ingin mengetahui lebih jauh tentang Bundaku ini..
datang ke tiap gua penampakan di Indonesia..
Sendangsono, Sendang Sriningsih, Gua Kerep, Gua Sendang Ratu Kenya, Gua Kaliori..
sampai akhirnya punya keinginan yang kupendam semenjak remaja..
kuingin pergi ke Tempat Penampakan Bunda kepada Santa Bernadette suatu saat nanti..

Akhirnya mukjizat kembali terjadi melalui doa Novena 3 kali Salam Maria selama 9 hari.. (sesuai aturan)
hari ke 9 tepat setelah doa selesai, aku tertidur..
sore hari, datanglah adikku perempuan pulang kerja diantar oleh calon ipar..
adikku berteriak : "Anton.. Anton.. Hartanto dapat hadiah Mobil dari Toko ADA.. (supermarket)"
dalam setengah sadar aku bangun terperanjat... "Terus..."
Adikku menjawab : "Kekurangan kau berangkat ke Belanda berapa, Kututup!!
Haaah sungguh Luar Biasaaaa !!! Mukjizat di hari ke 9 Doa Novena..
Ekspressiku terkejut dan bersyukur, tetapi tidak menjerit dan berteriak seperti adikku,
karena aku sejak sekolah SD sudah terlatih mengendalikan diri..
Ternyata Kasih Tuhan Yesus sangat bisa langsung dirasakan... setelah kita mendapat mukjizat!
Aku percaya bahwa Doaku kepada Tuhan, diperkuat oleh Doa yang dipanjatkan oleh BundaNya...
Karena Bunda mendengar doaku melalui Doa Novena..
Doa yang pernah diajarkan oleh Bunda saat penampakannya..

Kupikir sejenak, tadi di dekatku ada brosur tentang Ziarah Lourdes...
Disitu tertera Notre Damme.. kupikir aah Lourdes ternyata tidak jauh dari Belanda..
karena di Belanda yang kudengar banyak kota memakai nama Amsterdam, Rotterdam..
kupikir Notre Damme dekat Rotterdam.. hahaha..
Jadilah aku berangkat ke Belanda.... sudah terbayang resiko sebelumnya...
bahwa aku harus berjuang sendiri dan hanya bersandarkan pada doa saja..

Setelah beberapa tahun bekerja di Belanda..
Ada sahabatku Bian mengajakku ke Gereja di RAI
nama Gerejanya : Vrouwe van Alle Volkeren Kerk..
Gereja Bunda Segala Bangsa..adalah Gereja Katolik,
yang akan mengusulkan kepada Paus, sebagai pimpinan Umat Katolik..
agar Bunda Segala Bangsa yang dulu Maria dijadikan sebagai :
Yang Turut Menebus, Pengantara dan Pembicara.
Oleh Kehendak Bapa, Penebus telah datang ke dunia..
Untuk hal itu Allah Bapa menggunakan sang wanita, yakni Bunda.
Jadi Penebus hanya menerima daging dan darah katakanlah tubuhnya, dari Bunda.
Dari Allah Bapa Tuhanku, Penebus memperoleh Keilahian-Nya.
Demikianlah Bunda menjadi YANG TURUT MENEBUS.
Kesadaranku kembali bangkit akan tujuan semula ke Belanda..
yakni Lourdes.. Semoga tahun depan di bulan Mei, Aku mendapat jawabnya.
Ada 3 doa yang ingin kulantunkan :
Doa Rosario, Doa Novena 3 Salam Maria, dan Doa Bunda Segala Bangsa..

Pesan Bunda Segala Bangsa 11 Pebruari 1951 :
"Kini aku datang menyampaikan,
bahwa aku ingin menyelamatkan jiwa-jiwa.
Bekerja samalah dalam pekerjaan besar ini untuk dunia.
Semoga setiap anak manusia berusaha melakukan hal ini untuk dirinya sendiri."
Kemudian Bunda mengkangkat jarinya dan berkata :
"Terutama, perintah yang pertama dan utama : KASIH."

Doa Bunda Segala Bangsa (sesuai yang diajarkan Bunda langsung kepada Ida Peerdeman)
Tuhan Yesus Kristus, Putera Bapa,
utuslah sekarang Roh-Mu ke atas bumi.
Perkenankanlah Roh Kudus bersemayam
di dalam hati segala bangsa,
agar mereka dapat terlindung
dari kemerosotan,
malapetaka dan peperangan.
Semoga Bunda Segala Bangsa,
yang dahulu Maria,
menjadi Pembicara kami
Amien.

ditambahkan Doa ketiga yang dilantunkan oleh Ida Peerdeman sendiri pada penampakan Bunda Segala Bangsa yang ketiga pada tanggal 10 Mei 1953:
Bunda Segala Bangsa,
engkau telah dipilih di antara para wanita
untuk membawa Putera Manusia ke dunia
Engkau telah mendahului umat manusia dalam iman,
hamba ciptaan Tuhan yang rendah hati,
dan tidak ragu-ragu terhadap kehendak Bapa.
Engkau berbagi penderitaan salib dengan-Nya
demi penebusan umat manusia.
Sebagai Yang Turut Menebus dan Pengantara segala Rahmat,
berilah penebusan dan damai bagi semua orang.
Kami mohon kepadamu, Pembicara kami.

Bapa Kami.... Salam Maria... (3x) Kemuliaan... Tuhan Yesus Kristus... Amien.


Amsterdam, 17 Desember 2009
Anton Dwi

No comments:

Post a Comment